Demiryolu Çocukları

Demiryolu Çocukları

Noch keine Bewertungen
2010 · Türkisch · Taschenbuch · 940 Ausgaben
Zum Regal hinzufügen

Bewerte dieses Buch


Buchjournal exportieren

Beschreibung

Londra'nın zengin bir semtinde oturan Roberta, Peter ve Phyllis çok mutlu bir yaşam sürüyorlardı. Ancak ailelerinin başına gelen bir şanssızlık sonucu büyük şehirdeki hayatlarına veda etmek zorunda kaldılar. Babaları uzun bir süreliğine uzaklara gidince, çocuklar anneleriyle birlikte küçük bir köye taşındılar. Köyde yaşamanın bazı zorlukları vardı ve başlangıçta çok şaşırtıcı şeyler gördüler. Ancak zamanla yeni dostlar edinince, köy hayatının da çok eğlenceli ve hatta maceralı olabileceği ortaya çıktı.

Buchdetails

Format Taschenbuch
Seiten 204 Seiten
Sprache Türkisch
Veröffentlicht Jan 1, 2010
Verlag İş Bankası Kültür Yayınları
ISBN-10 9944887617
ISBN-13 9789944887618

Rezensionen

Alle anzeigen

The Railway Children ini cerita anak-anak yang manis, heartwarming, serta ringan. Aku hampir sama sekali nggak mikir waktu membaca novel ini, kecuali di beberapa bagian yang terjemahannya agak kaku dan kurang mulus.Setiap babnya menyajikan petualangan baru, alurnya mudah diikuti, tokoh utamanya pun tipikal protagonis yang cenderung bersikap lurus. Interaksi antara Roberta, Peter, dan Phyllis kelihatan natural serta menghibur, saling mengasihi namun tak jarang beradu cekcok. Aku juga lumayan suka dengan kehadiran karakter pendukung seperti Pak Tua, Pak Perks, Dokter Forrest, maupun Kepala Stasiun yang menjadikan cerita ini lebih hidup. Bonus tambahan untuk deskripsi tentang desa tempat mereka tinggal yang kelihatan asri dan ala-ala visual film klasik. Meski ini novel anak-anak, pesan-pesan yang disampaikan terbilang deep, terutama yang berkaitan tentang keadilan, tolong menolong dan bersikap baik. Aku terutama masih gagal move on sama percakapan antara Peter dan Ibunya, yang kurang lebih berbunyi seperti ini:Peter: “Bu, maukah Ibu menulis cerita, menulis buku tentang kami semua, tapi dalam cerita itu ditulis bahwa Ayah segera pulang? Mau, Bu?”Ibu: “Tidakkah lebih baik kalau kita bayangkan diri kita sebagai tokoh-tokoh cerita yang ditulis Tuhan? Kalau Ibu yang menulis cerita, mungkin Ibu akan membuat kesalahan. Tapi kalau Tuhan yang jadi sang Pengarang, Tuhan tahu bagaimana mengakhiri sebuah cerita dengan sebaik-baiknya–yang terbaik bagi kita semua.”Huhuhu, rasanya mau ikutan nangis waktu membaca adegan di atas. Konflik kepergian Ayah barangkali adalah salah satu alasan kenapa The Railway Children tetap punya sisi “sedih” di balik ceritanya yang ceria :')

February 11th 2022
Zum Regal hinzufügen

Bewerte dieses Buch


Buchjournal exportieren