Rapijali 3: Kembali

Rapijali 3: Kembali

3.0 (1 calificaciones)
2021 · Indonesio · Tapa blanda · 2 ediciones
Añadir a la estantería

Califica este libro


Exportar diario de lectura

Descripción

Setelah delapan tahun berlalu, Ping meraih kesuksesan yang gemerlap sebagai penyanyi terkenal. Namun, di balik sorotan lampu dan gemuruh panggung, terdapat bayangan yang terus menghantui dirinya. Kenangan akan masa lalu tersimpan rapat, membentuk dilema dalam dirinya yang siap meletus kapan saja.

Dalam perjalanan hidupnya, ia menghadapi berbagai tantangan tak terduga yang menguji keteguhan hatinya. Belajar untuk mengatasi rasa sakit dan menemukan jalan untuk kembali, Ping berusaha memahami arti sejati dari kebahagiaan dan cinta. Cerita ini mengajak pembaca untuk merenungkan perjuangan dan harapan, serta arti dari sebuah perjalanan yang tidak pernah mudah.

Detalles del libro

Formato Tapa blanda
Páginas 776 páginas
Idioma Indonesio
Publicado dic. 1, 2021
Editorial Bentang Pustaka
Ediciones 2 ediciones
ISBN-10 6022918669
ISBN-13 9786022918660

Reseñas

Ver todo

Sewaktu mendengar tebalnya yang sekitar 700-an halaman, aku sempat punya ekspektasi tinggi untuk seri ketiga Rapijali.Nyatanya, buku ini justru terasa over di beberapa aspek, namun juga terkesan setengah-setengah di aspek lainnya.Jujur, membaca 400 halaman pertama membuatku serasa lagi nonton sinetron. Judulnya sih masih Rapijali, tapi entah kenapa, ceritanya lebih banyak muter-muter di hubungan romansa Ping, Oding, Rakai, dan Jemi. Alhasil, aku merasa kehadiran tokoh lainnya jadi meredup, cuma dimunculkan sekilas-sekilas. Konfliknya pun serasa dioper-oper, belum lagi dengan kemunculan karakter baru yang menurutku perannya hanya untuk memperumit situasi #lirik Ines, Dayu, dan Stefan. Band Rapijali dan unsur musik yang menjadi jiwa dari serial ini, pada akhirnya tidak lebih dari sekadar menjadi konflik latar pada buku ketiga. Mengambil timeskip delapan tahun kemudian, jelas ada banyak perubahan yang telah terjadi. Kuakui, tokoh Ping dan Rakai nggak se-likeable yang ada di buku pertama dan kedua. Di sisi lain, aku merasa karakter mereka ini realistis, cerminan manusia yang pada dasarnya memang punya banyak kekurangan. Meski sempat gemes sama alurnya yang lambat, aku suka bagaimana semua tokoh berhasil menemukan jalan mereka untuk “kembali” dan berdamai dengan diri sendiri.Penyelesaiannya agak rushed dan terasa too good to be true, tapi aku tetap puas dengan ending yang disajikan. Selain itu, walau Rapijali tidak manggung sebanyak di buku kedua, di buku ketiga inilah aku mendapatkan pertunjukan terbaik mereka. Euforia dan emosinya bener-bener kerasa. Teruntuk Yang Terhormat, Dee Lestari, Anda masih punya tagihan dua lagu baru. Saya tunggu tanggal perilisan lagu Bersama dan lagu bucinnya Rakai ke JemiTidak lupa, mari berterimakasih pada duo BuGil yang senantiasa hadir dengan lawakan mereka. Bener-bener ya, dinamikanya Buto dan Inggil di buku ini tuh nggak ada obat; lebih lucu dan yang pasti lebih bikin jungkir balik. Hahaha, seandainya nggak haram, aku berharap banget pasangan ini juga bisa berlayar #ehhh

April 30th 2022
Añadir a la estantería

Califica este libro


Exportar diario de lectura