Anak-Anak Kereta Api - The Railway Children

Anak-Anak Kereta Api - The Railway Children

3.0 (1 رتبه‌بندی‌ها)
2020 · اندونزیایی · جلد نرم · 940 نسخه
به قفسه اضافه کنید

به این کتاب امتیاز دهید


صدور دفتر کتاب

توضیحات

Roberta, Peter, dan Phyllis hidup bahagia di Vila Edgecombe, tapi mereka tidak menyadari betapa bahagianya mereka sampai sesuatu terjadi… sesuatu yang memaksa mereka menjalani

kehidupan yang sama sekali berbeda.

Ketika Ayah terpaksa pergi beberapa lama, ketiga anak itu bersama Ibu meninggalkan rumah mereka di London dan pindah ke pondok kecil di pedesaan. Anak-anak itu mencari hiburan di stasiun kereta api dekat pondok mereka dan berkawan dengan Pak Perks, portir stasiun, dan bahkan juga dengan Kepala Stasiun. Tapi satu hal tetap merupakan misteri: ke manakah Ayah dan akankah Ayah kembali

جزئیات کتاب

فرمت جلد نرم
صفحات 312 صفحه
زبان اندونزیایی
منتشر شده مارس 16, 2020
ناشر Gramedia Pustaka Utama
نسخه‌ها 940 نسخه
ISBN-10 6020638847
ISBN-13 9786020638843

The Railway Children ini cerita anak-anak yang manis, heartwarming, serta ringan. Aku hampir sama sekali nggak mikir waktu membaca novel ini, kecuali di beberapa bagian yang terjemahannya agak kaku dan kurang mulus.Setiap babnya menyajikan petualangan baru, alurnya mudah diikuti, tokoh utamanya pun tipikal protagonis yang cenderung bersikap lurus. Interaksi antara Roberta, Peter, dan Phyllis kelihatan natural serta menghibur, saling mengasihi namun tak jarang beradu cekcok. Aku juga lumayan suka dengan kehadiran karakter pendukung seperti Pak Tua, Pak Perks, Dokter Forrest, maupun Kepala Stasiun yang menjadikan cerita ini lebih hidup. Bonus tambahan untuk deskripsi tentang desa tempat mereka tinggal yang kelihatan asri dan ala-ala visual film klasik. Meski ini novel anak-anak, pesan-pesan yang disampaikan terbilang deep, terutama yang berkaitan tentang keadilan, tolong menolong dan bersikap baik. Aku terutama masih gagal move on sama percakapan antara Peter dan Ibunya, yang kurang lebih berbunyi seperti ini:Peter: “Bu, maukah Ibu menulis cerita, menulis buku tentang kami semua, tapi dalam cerita itu ditulis bahwa Ayah segera pulang? Mau, Bu?”Ibu: “Tidakkah lebih baik kalau kita bayangkan diri kita sebagai tokoh-tokoh cerita yang ditulis Tuhan? Kalau Ibu yang menulis cerita, mungkin Ibu akan membuat kesalahan. Tapi kalau Tuhan yang jadi sang Pengarang, Tuhan tahu bagaimana mengakhiri sebuah cerita dengan sebaik-baiknya–yang terbaik bagi kita semua.”Huhuhu, rasanya mau ikutan nangis waktu membaca adegan di atas. Konflik kepergian Ayah barangkali adalah salah satu alasan kenapa The Railway Children tetap punya sisi “sedih” di balik ceritanya yang ceria :')

February 11th 2022
به قفسه اضافه کنید

به این کتاب امتیاز دهید


صدور دفتر کتاب