جزئیات کتاب
توضیحات
نقدها
مشاهده همه“Memikirkan mati jauh lebih mudah ketimbang memikirkan hidup, kematian terlihat lebih memikat hati ketimbang kehidupan.”Satu lagi buku dengan judul dan cover yang berbanding terbalik dengan isinya. Jika dilihat sekilas, buku ini memberikan kesan sebuah buku fiksi fantasi akan kehidupan seseorang. Tapi, jauh di dalamnya buku ini justru mengangkat isu yang cukup berat dan padat.Awal baca buku ini, rasanya biasa-biasa saja. Cukup terkesan ringan, apalagi terjemahannya juga mudah untuk dibaca, asyik. Jauh dari dugaan jika buku ini memiliki lubang hitam yang dalam akan sebuah trauma.Mendapatkan undian untuk kembali hidup menjadi seseorang bernama Makoto Kobayashi, sang arwah menjalani hidup homestay-nya dengan biasa-biasa saja. Tapi, siapa sangka jika akhirnya akan demikian?Jujur, buku ini cukup menghantamku yang sedang merasa burn out, ingin menyerah, lelah luar biasa. Karena di buku ini aku seolah diingatkan bahwa, masih ada dan akan selalu ada orang-orang yang menungguku, menunggu kita untuk terus kembali menajalani kehidupan. Orang-orang terdekat, orang-orang tersayang. Ini bukan sekadar buku fiksi fantasi, tapi buku ini memiliki magis yang memikat untukku, buku yang dengan sempurna membuat aku merasa hangat, sekaligus ingin menangis.Ingin aku ucap terima kasih sebanyak-banyaknya untuk penulis. Karena secara tidak langsung, buku ini telah menyelamatkan satu lagi manusia untuk terus melangkah.“Hiduplah secara kuat.”Seperti kutipan yang aku membekas dari buku ini, mari kita hidup secara kuat, satu hari lagi dan seterusnya meskipun hidup tak selalu mudah, tapi akan selalu ada beragam warna di dalamnya.Warna yang indah.Warna yang buruk.Warna yang cerah.Dan warna yang gelap.4.5⭐ untuk Makoto dan seluruh keluarga serta teman-temannya.