Boekdetails
Formaat
Paperback
Taal
Indonesisch
Gepubliceerd
Jan 1, 2011
Uitgever
Abatasa Publishing
ISBN-10
6029757423
ISBN-13
9786029757422
Beschrijving
Banyak kisah dalam buku ini dilandaskan pada hubungan-hubungan unik dari dua atau tiga hal, dua atau tiga tokoh. Dari hubungan itulah kemudian kisah dialirkan. Pengarang berani masuk ke wilayah-wilayah imajinasi yang jarang dimasuki oleh pencerita lain. Maka, kita akan dapatkan kisah tentang pelacur dan semut, rumah kosong dan patung kayu, bumi yang hidup, dan sebuah pantai dalam kamar. Adi Toha dengan kisah-kisahnya dalam buku ini, saya kira bisa menjadi penerus kisah-kisah “ajaib” yang sudah dirintis oleh Seno Gumira Ajidarma dengan beberapa kisahnya, Danarto, Iwan Simatupang dan Putu Wijaya. Adi Toha saya kira kelak akan menemukan trek balapan dan posisi start sendiri lalu ia bisa mengebut, tancap gas melampaui nama-nama itu.
Hasan Aspahani, Penyair)
Membaca karya-karya cerita pendek Adi Toha dalam Kumpulan Cerita Pendek Kalarupa ini memberi kesan bahwa Adi Toha adalah pencerita yang teliti mencermati setiap peristiwa yang berkelindan di sekitar hidupnya. Gaya penulisannya tidak mengada-ada, setiap peristiwa baik yang absurd maupun tragis dituliskannya dengan baik. Ibarat seorang juru foto profesional, dia selalu mengambil jarak agar tidak menghakimi apa yang sedang diceritakannya itu. tokoh-tokohnya pun serasa membumi dan dapat dijumpai di mana saja di sekitar kita, tetapi di tangan seorang Adi Toha selalu ada yang menggigit pada akhirnya.
(Dedy Tri Riyadi, Penyair)
Yang paling susah diwujudkan oleh sebuah Kumpulan Cerpen adalah membuatnya sebagai satu karya utuh yang tidak menempatkannya sebagai sebuah bunga rampai atau kliping. Dalam Kumpulan Cerpen “Kalarupa” karya Adi Toha ini saya merasakan ada getar benang merah estetika yang mengarah kepada ciri khas karya, pesan dan pengarangnya. Apa itu, Anda akan tahu bila sudah membaca semua cerpennya. Selamat!
(Yonathan Rahardjo, penulis novel LANANG)
Hasan Aspahani, Penyair)
Membaca karya-karya cerita pendek Adi Toha dalam Kumpulan Cerita Pendek Kalarupa ini memberi kesan bahwa Adi Toha adalah pencerita yang teliti mencermati setiap peristiwa yang berkelindan di sekitar hidupnya. Gaya penulisannya tidak mengada-ada, setiap peristiwa baik yang absurd maupun tragis dituliskannya dengan baik. Ibarat seorang juru foto profesional, dia selalu mengambil jarak agar tidak menghakimi apa yang sedang diceritakannya itu. tokoh-tokohnya pun serasa membumi dan dapat dijumpai di mana saja di sekitar kita, tetapi di tangan seorang Adi Toha selalu ada yang menggigit pada akhirnya.
(Dedy Tri Riyadi, Penyair)
Yang paling susah diwujudkan oleh sebuah Kumpulan Cerpen adalah membuatnya sebagai satu karya utuh yang tidak menempatkannya sebagai sebuah bunga rampai atau kliping. Dalam Kumpulan Cerpen “Kalarupa” karya Adi Toha ini saya merasakan ada getar benang merah estetika yang mengarah kepada ciri khas karya, pesan dan pengarangnya. Apa itu, Anda akan tahu bila sudah membaca semua cerpennya. Selamat!
(Yonathan Rahardjo, penulis novel LANANG)