Book Details
Description
As characters navigate their personal journeys, they discover that happiness can often be found in fleeting moments—a shared smile, a heartfelt conversation, or the comforting routine of gathering over coffee. Through everyday encounters, they learn that the secret to joy lies not in grand gestures, but in appreciating the beauty of an ordinary life.
Reviews
View AllBuku ini lebih banyak bikin aku merenung dan bengong soalnya kok bisa bikin sebuah kisah yang sangat heartwarming sekaligus patah hati di saat yang bersamaan?Dari mulai cerita pertama aku udah dibuat beberapa kali hampir nangis, tapi yang lucunya dari buku kedua ini adalah kehadiran Miki yang jadi moodbooster. Setiap kali ada yang sedih-sedih, Miki selalu muncul dengan kelucuan dan kegemasan tingkahnya.Apalagi waktu dia menyebut dirinya sendiri dengan kata ganti daku dan waktu Nagare nyuruh Miki buat menuangkan kopi untuk kali pertama, “Akhirnya! My debut tiba, yeah?” Benar-benar menggemaskan!!!Walaupun ada Miki yang menjadi moodbooster di sepanjang buku, aku tetap nangis waktu baca kisah ke dua. Pertahananku roboh maksimal karena selain topiknya yang membahasa orangtua, kisah dan kesulitan Yukio juga bikin aku ngerasa kayak ... berat banget. Walaupun, ya memang kita nggak bisa membandingkan kesulitan orang. Karena mereka pasti punya kesulitan dengan kadarnya masing-masing.Selain itu, dibandingkan dengan buku pertama, buku kedua ini juga sama-sama punya empat kisah, tapi sepertinya buku ini juga lebih fokus dengan kisahnya Kazu yang nggak kalah bikin sedih. Peluk erat buat Kazu!Buku ini kayak ngajarin kita bahwa, sepahit dan sepedih apapun kenyataan yang kita alami, kita semua sangat berhak buat bahagia. And I do believe that.Jangan lupa untuk bahagia!
I am really enjoying this series.We have reoccurring characters with an overarching sub-plot that I am thoroughly enjoying.The stories within this book had me in my feels too.I cannot wait to see what this next installment brings.