Second Chance Summer

Second Chance Summer

4.0 (7 ratings)
2015 · English · Paperback · 20 editions
Add To Shelf

Rate this book


Export Book Journal

Reviews

Ekspektasi awal: "Oh, buku YA ringan tentang keluarga, persahabatan, dan cinta. Oke deh, ini bacaan yang cocok buat ngilangin stress."Reaksi setelah tamat baca: *kedip-kedip, tahan napas, ujung-ujungnya tetep nangisMenurutku Second Chance Summer adalah definisi dari roller coaster emosi, yang bisa bikin senyum-senyum, gregetan, sampai nangis bawang. Suka sama chemistry antara Taylor dan tokoh-tokoh di sini, terutama dengan anggota keluarganya. Jujur, aku merasa relate dengan situasi keluarga Taylor. Tipikal keluarga yang sibuk, jarang ketemuan, nggak dekat, tapi tahu-tahu saja harus liburan bareng di tengah situasi yang awkward. Momen-momen kebersamaan mereka terkadang memang agak canggung, tapi bagiku punya sisi hangat tersendiri. Unsur keluarga yang dihadirkan pun terasa jauh lebih ngena karena penggambaran hubungan antara Taylor dan ayahnya yang .... yah, nggak perlu kujelaskan lagi. Intinya bikin nyesek sampe ke tulang :')Emosi cerita ini dibangun secara perlahan lewat interaksi para tokoh dan deskripsi adegan, yang walau nggak puitis, namun penuturannya menurutku sangat indah. Entah kenapa, aku naksir sama cara Morgan Matson membangun suasana di novel ini. Alih-alih sekadar melihat, aku jadi seolah ikut merasakan proses Taylor dalam berkembang, belajar, dan menemukan kembali cinta serta sahabat yang sempat hilang. Khusus untuk Taylor, aku rasa dia bukan karakter yang bisa dengan mudah disukai. Ada beberapa part di mana aku bahkan judeg sendiri sama tindakannya yang egois. Meski demikian, aku yakin setiap orang punya cara masing-masing untuk merasa relate dengan Taylor.Second Chance Summer mungkin bukan novel YA dengan cerita paling "Wah" yang pernah kubaca. Plotnya simpel, dengan beberapa trope klasik dan ending yang cukup tertebak. But in some way, novel ini kembali mengingatkanku bahwa kesederhanaan justru mampu menyuarakan tentang banyak hal. Tentang definisi cinta yang bisa hadir dalam berbagai bentuk, arti kehilangan, dan makna menemukan kembali.

October 21st 2022

I really shouldn't have read this book now. It was beautiful and I couldn't handle it.It portrayed how it feels having a family member close to you slowly dying of cancer, and you having no power over it.I could understand how the character felt at like, all times. It really was to the pointThough I really shouldn't have read it now, especially having lost family by the same thing and close.I didn't know this theme was in the book, there should have been a disclaimer.Future me, please read this book again when you're in the right headspace.Oh, you bet I cried. It was beautiful of course I cried.

December 25th 2019
Add To Shelf

Rate this book


Export Book Journal