Description
Ketika di sekolah, kita dihadapkan dengan banyak persaingan dengan teman-teman untuk saling berkompetisi, berdebat, berdiskusi, serta bermacam-macam tantangan lain. Siapa pun ingin menjadi yang pertama, ingin mendapatkan penghargaan, dan ingin memenangkan kompetisi. Apabila kita mendaatkannya, pasti kita akan sangat senang, namun sebaliknya kalau kalah, pasti sangat kesal.
Dalam ajang Olympic, kita menemukan orang-orang yang senang karena menang dan frustasi karena gagal. Di semua pertandingan pun hal-hal seperti itu harus dipersiapkan dengan benar untuk para pemain. Tetapi di tahun 2008, ajang Olympic Beijing agak berbeda dari yang dulu. Bukan hanya posisi menang atau kalah yang muncul sebagai kesedihan dan kegembiraan para atlet di Olympic Beijing 2008, tetapi ada arti yang lebih besar daripada itu, yaitu posisi menang tidak cocok diberikan kepada pemain yang tidak menghargai pujian dari lawannya.
Para atlet di setiap pertandingan berusaha saling mengalahkan lawannya. Meskipun terlihat begitu bersemangat dalam bersaing, sebenarnya di dalam dirinya sulit mengalahkan egonya sendiri. Yang disebut dengan persaingan yang sebenarnya yaitu bukan hanya kalah dan menang dari lawan. Yang terpenting dalam kompetisi sebenarnya yaitu bukan `siapa yang menang?` melainkan `berusahalah untuk menjadi yang terbaik!`. Dengan kata lain, `melakukan yang terbaik` lebih berharga daripada `aku yang menang`.
Apabila sudah melakukan yang terbaik, siapa pun yang menjadi pemenangnya tidak menjadi masalah. Pemenang yang sesungguhnya itu dapat meneSian kenyataan bahwa dirinya tidak terpilih dan kedepannya dapat melewati pertandingan dengan memberi semangat dengan setulus hati kepada lawannya.
Editor's Note
Yang disebut dengan persaingan yang sebenarnya yaitu bukan hanya kalah dan menang dari lawan. Yang terpenting dalam kompetisi sebenarnya yaitu bukan `siapa yang menang?` melainkan `berusahalah untuk menjadi yang terbaik!`. Dengan kata lain, `melakukan yang terbaik` lebih berharga daripada `aku yang menang`.
Apabila sudah melakukan yang terbaik, siapa pun yang menjadi pemenangnya tidak menjadi masalah. Pemenang yang sesungguhnya itu dapat meneSian kenyataan bahwa dirinya tidak terpilih dan kedepannya dapat melewati pertandingan dengan memberi semangat dengan setulus hati kepada lawannya.
Bukan hanya posisi menang atau kalah yang muncul sebagai kesedihan dan kegembiraan para atlet di Olympic Beijing 2008, tetapi ada arti yang lebih besar daripada itu, yaitu posisi menang tidak cocok diberikan kepada pemain yang tidak menghargai pujian dari lawannya.
Para atlet di setiap pertandingan berusaha saling mengalahkan lawannya. Meskipun terlihat begitu bersemangat dalam bersaing, sebenarnya di dalam dirinya sulit mengalahkan egonya sendiri.
Dalam ajang Olympic, kita menemukan orang-orang yang senang karena menang dan frustasi karena gagal. Di semua pertandingan pun hal-hal seperti itu harus dipersiapkan dengan benar untuk para pemain. Tetapi di tahun 2008, ajang Olympic Beijing agak berbeda dari yang dulu. Bukan hanya posisi menang atau kalah yang muncul sebagai kesedihan dan kegembiraan para atlet di Olympic Beijing 2008, tetapi ada arti yang lebih besar daripada itu, yaitu posisi menang tidak cocok diberikan kepada pemain yang tidak menghargai pujian dari lawannya.
Para atlet di setiap pertandingan berusaha saling mengalahkan lawannya. Meskipun terlihat begitu bersemangat dalam bersaing, sebenarnya di dalam dirinya sulit mengalahkan egonya sendiri. Yang disebut dengan persaingan yang sebenarnya yaitu bukan hanya kalah dan menang dari lawan. Yang terpenting dalam kompetisi sebenarnya yaitu bukan `siapa yang menang?` melainkan `berusahalah untuk menjadi yang terbaik!`. Dengan kata lain, `melakukan yang terbaik` lebih berharga daripada `aku yang menang`.
Apabila sudah melakukan yang terbaik, siapa pun yang menjadi pemenangnya tidak menjadi masalah. Pemenang yang sesungguhnya itu dapat meneSian kenyataan bahwa dirinya tidak terpilih dan kedepannya dapat melewati pertandingan dengan memberi semangat dengan setulus hati kepada lawannya.
Editor's Note
Yang disebut dengan persaingan yang sebenarnya yaitu bukan hanya kalah dan menang dari lawan. Yang terpenting dalam kompetisi sebenarnya yaitu bukan `siapa yang menang?` melainkan `berusahalah untuk menjadi yang terbaik!`. Dengan kata lain, `melakukan yang terbaik` lebih berharga daripada `aku yang menang`.
Apabila sudah melakukan yang terbaik, siapa pun yang menjadi pemenangnya tidak menjadi masalah. Pemenang yang sesungguhnya itu dapat meneSian kenyataan bahwa dirinya tidak terpilih dan kedepannya dapat melewati pertandingan dengan memberi semangat dengan setulus hati kepada lawannya.
Bukan hanya posisi menang atau kalah yang muncul sebagai kesedihan dan kegembiraan para atlet di Olympic Beijing 2008, tetapi ada arti yang lebih besar daripada itu, yaitu posisi menang tidak cocok diberikan kepada pemain yang tidak menghargai pujian dari lawannya.
Para atlet di setiap pertandingan berusaha saling mengalahkan lawannya. Meskipun terlihat begitu bersemangat dalam bersaing, sebenarnya di dalam dirinya sulit mengalahkan egonya sendiri.
Book Details
Format
Paperback
Pages
204 pages
Language
Indonesian
Published
Jul 31, 2013
Publisher
Elex Media Komputindo
ISBN-10
6020218406
ISBN-13
9786020218403